Gelar PIP WK di Telukbetung Barat, Yuni Karnelis Dorong Kreativitas Anak Muda Kembangkan Budaya Lokal

Bandar Lampung402 Dilihat

‎Bandarlampung, Baraindonesia.com – Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Yuni Karnelis, menekankan pentingnya peran anak muda dalam menjaga dan melestarikan budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

‎Hal tersebut disampaikan Yuni Karnelis dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bertajuk Anak Muda dan Budaya: Menjaga Akar, Menyongsong Zaman.

‎Menurut Yuni, budaya merupakan identitas yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak sebuah masyarakat. Karena itu, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai pewaris sekaligus penentu arah masa depan budaya bangsa.

‎”Anak muda bukan hanya menerima warisan budaya, tetapi juga bertanggung jawab menjaganya. Tradisi, bahasa daerah, seni, dan nilai sosial hanya akan bertahan jika generasi muda mau mempelajari, mencintai, dan mempraktikkannya,” ujar Yuni Karnelis.

‎Ia menilai, kebanggaan anak muda dalam menggunakan bahasa daerah, melestarikan seni lokal, serta menjaga adat istiadat menjadi kunci agar budaya tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

‎Namun demikian, Yuni juga mengingatkan adanya tantangan besar di era modern, yakni kuatnya pengaruh budaya global. Budaya populer dari luar kerap dianggap lebih modern dan praktis, sehingga berpotensi mengikis jati diri jika tidak disikapi dengan bijak.

‎”Tantangan ini bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi dengan kecerdasan budaya. Anak muda harus mampu memilih yang baik, menyaring yang tidak sesuai, dan tetap berpijak pada nilai luhur bangsa,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Yuni Karnelis mendorong anak muda untuk memanfaatkan kreativitas dan inovasi dalam mengemas budaya lokal. Menurutnya, budaya tidak harus bersifat kaku, tetapi dapat dikembangkan melalui media digital, musik, film, konten kreatif, hingga kewirausahaan berbasis budaya.

‎”Dengan cara ini, budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas,” katanya.

‎Dari sisi nilai dan moral, Yuni menegaskan bahwa budaya harus sejalan dengan akhlak dan nilai keagamaan. Nilai sopan santun, gotong royong, kejujuran, serta tanggung jawab merupakan budaya luhur yang selaras dengan ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila.

<span;>‎”Menjadi modern tidak berarti meninggalkan adab. Kemajuan yang bermakna adalah ketika ilmu, teknologi, dan budaya berjalan seiring dengan nilai moral,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Deklarasi Perkumpulan Disabilitas, DPRD Tegaskan Inklusi Bukan Sekadar Janji Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *