Bandarlampung, Baraindonesia.com – Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PKS, Dedi Yuginta, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP WK) di Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Rabu (18/2/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti pemaparan materi tentang penguatan nilai-nilai kebangsaan, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Dedi Yuginta menekankan bahwa ibadah puasa bukan hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa ini adalah pengamalan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Di dalamnya ada ketaatan, keikhlasan, dan kedekatan kita kepada Allah SWT,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, melalui puasa umat Islam dilatih untuk meningkatkan kesabaran, mengendalikan diri, serta memperbaiki akhlak. Menurutnya, nilai kesabaran menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pada puasa ini kesempatan kita juga untuk menjaga kesabaran. Jangan sampai hanya menahan lapar, tetapi emosi tidak terkontrol. Justru Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri,” katanya.
Selain itu, Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan antar sesama warga. Ia menilai, semangat toleransi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
“Toleransi juga harus dijaga. Kita hidup berdampingan dalam keberagaman. Momentum Ramadan ini harus menjadi sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dedi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama, terutama kepada warga yang membutuhkan. Menurutnya, berbagi merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa.
“Dalam puasa juga harus berbagi. Supaya ibadah kita lebih afdol dan tidak makruh, maka perbanyak sedekah dan kepedulian sosial. Itu wujud nyata dari nilai kemanusiaan dan gotong royong,” tegasnya.
Melalui kegiatan PIP WK tersebut, Dedi berharap masyarakat tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui praktik ibadah dan interaksi sosial di lingkungan sekitar. (ido)






