Dorong UMKM Go Digital, Pemkot Bandarlampung Gelar Pelatihan Digital Marketing

Bandar Lampung352 Dilihat

Bandarlampung, Baraindonesia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus berkomitmen memperkuat ekonomi lokal melalui transformasi digital. Salah satu langkah konkritnya adalah dengan menggelar pelatihan digital marketing yang diikuti lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta 126 Koperasi Merah Putih, Rabu (6/8/2025), di Gedung Semergou.

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, mengatakan bahwa saat ini tren transaksi perdagangan telah mengalami pergeseran signifikan ke ranah digital. Platform media sosial, e-commerce, hingga berbagai kanal online lainnya kini menjadi tumpuan utama pelaku usaha dalam menjangkau konsumen, menggantikan ketergantungan pada toko fisik.

“Perkembangan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi UMKM dan koperasi. Namun masih banyak yang belum memahami strategi pemasaran digital secara optimal,” ujar Eva Dwiana.

Untuk itu, Pemkot menginisiasi pelatihan ini agar pelaku usaha lokal mampu beradaptasi dan mengembangkan usahanya di era digital.

“Jangan hanya mengandalkan toko fisik. Kini saatnya aktif di platform digital agar tidak tertinggal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk tetap sabar dan telaten dalam menjalankan usaha. Ia menekankan bahwa setiap bisnis pasti menghadapi naik turun, namun dengan ketekunan, kesuksesan bukan hal yang mustahil.

“Kalau tekun, InsyaAllah usaha akan maju. Jangan mudah menyerah,” ucapnya.

Selain pelatihan, Pemkot Bandarlampung juga menyiapkan berbagai dukungan permodalan. Salah satunya adalah program pinjaman tanpa bunga senilai Rp25 juta hingga Rp50 juta bagi pelaku UMKM, di mana bunga pinjaman akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot.

“Pelaku UMKM tidak perlu ragu untuk mengakses pinjaman ini. Kami juga menyediakan fasilitas tempat jualan di kawasan Sukaraja dan Jalan Gatot Subroto,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengalokasikan bantuan modal sebesar Rp100 juta untuk masing-masing koperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan kemandirian ekonomi koperasi di Bandarlampung.

Baca Juga :  Dinkes Bandarlampung Temukan Bakteri di Air Bersih Dapur MBG, Diduga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa

“Bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan koperasi maupun mendukung usaha anggotanya,” tandas Eva Dwiana. (ido)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *