Revitalisasi Wawasan Kebangsaan dan Pancasila, Rizaldi Adrian Soroti Empat Kondisi Kebangsaan Indonesia

Bandar Lampung809 Dilihat

Bandarlampung, Baraindonesia.com – Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Rizaldi Adrian, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kebangsaan Indonesia yang semakin memprihatinkan.

Dalam sebuah kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diadakan di Taman Wisata Wira Garden, Teluk Betung Barat, Rizaldi menyoroti empat kondisi utama yang dihadapi Indonesia saat ini, Jumat (15/11/2024).

Pertama, kondisi ideologi, di mana semangat dan keyakinan terhadap Pancasila mulai memudar di kalangan sebagian besar masyarakat. Kedua, kondisi politik, di mana munculnya gejala separatisme di beberapa daerah seperti Aceh, Papua, dan Riau menunjukkan menurunnya rasa nasionalisme dan kesatuan bangsa.

Selain itu, Rizaldi juga mengungkapkan kondisi ekonomi yang terpuruk akibat krisis regional yang mengancam perekonomian Indonesia, menyebabkan masalah besar seperti kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Sementara itu, kondisi sosial budaya turut terganggu dengan semakin berkurangnya semangat gotong royong dan tenggang rasa yang digantikan oleh individualisme.

Rizaldi menegaskan pentingnya integritas dalam membangun masyarakat yang harmonis, dengan menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyoroti perlunya revitalisasi wawasan kebangsaan yang harus disesuaikan dengan tantangan zaman, termasuk arus globalisasi dan modernisasi.

“Revitalisasi wawasan kebangsaan bukan hanya soal slogan, tetapi harus diwujudkan dalam struktur dan kultur kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Rizaldi berharap agar seluruh elemen masyarakat kembali menghidupkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga :  AML dan GTI Soroti Penilaian Kinerja SKPD di Lampung Tengah, Catatan Kritis Hasil Evaluasi Kadis dan Residu Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *