Bandarlampung, Baraindonesia.com – Pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandar Lampung berencana menggelar demonstrasi pada hari Senin, 7 Oktober 2024.
Aksi ini dilakukan untuk menuntut kejelasan terkait pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan memadai dari Kasat Pol PP dan Kepala BKPSDM.
Koordinator demonstrasi, Buyung, menyatakan, “Kami akan meminta kejelasan mengenai PPPK, karena hingga kini belum ada keterangan yang jelas mengenai isu yang telah kami sampaikan.” Mereka berencana menggelar aksi di depan kantor Pol PP.
Buyung menambahkan bahwa mereka menuntut penutupan pendaftaran PPPK di lingkungan instansi Pol PP.
“Kami sudah sepakat untuk meminta penutupan pengadaan PPPK yang terindikasi ada unsur pesanan, sehingga tidak ada pengangkatan PPPK untuk tahun ini bagi Sat Pol PP,” jelasnya, Minggu (6/10/2024).
Meskipun demikian, Buyung mengingatkan para peserta untuk mengikuti prosedur yang berlaku.
“Sebelum beraksi, peserta diharapkan mendapatkan izin dari atasan masing-masing dan menghindari tindakan anarkis,” tegasnya.
Sebelumnya, Kasat Pol PP Ahmad Nurizky dan Kepala BKPSDM Lelawati belum memberikan tanggapan mengenai keluhan pegawai honorer terkait adanya dugaan unsur pesanan dalam pengadaan PPPK.
Saat dihubungi, Nurizky meminta agar bersabar hingga pertemuan dengan Kepala BKPSDM, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Nanti di info, saya belum ketemu Kepala BKPSDM,” singkat Nurizky.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Lelawati juga tidak memberikan keterangan karena sedang dalam dinas luar.
“Waalaikumsalam. Mohon maaf saya masih Dinas Luar (DL),” singkat Lelawati. (*)











