Kreatif! SDN 2 Way Dadi ‘Bentengi’ Ruang Kelas dengan Pagar Air Sambil Tunggu Bantuan Pusat

Bandar Lampung299 Dilihat

BANDAR LAMPUNG – Kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Way Dadi, Sukarame, kerap terganggu akibat banjir yang menggenangi area sekolah setiap kali hujan deras melanda. Kepala Sekolah SDN 2 Way Dadi, Semiati, mengungkapkan bahwa rendahnya dataran halaman sekolah dibandingkan jalan raya menjadi penyebab utama air meluap ke lingkungan sekolah.

Pihak sekolah telah berupaya meminimalisir dampak banjir dengan membangun pagar penahan air di setiap pintu kelas serta membuat 30 titik lubang biopori di halaman sekolah.

Pada tahun 2025, kementrian pendidikan melalui Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung telah melakukan revitalisasi (merenovasi) gedung sekolah menjadi lebih layak dan nyaman. Namun, proyek tersebut fokus pada bangunan dan belum menyentuh sistem drainase atau penanganan banjir.

“Kami sangat berterima kasih atas gedung baru dari kementrian pendidikan dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan. Namun, kami sangat berharap bantuan revitalisasi banjir dari Kemendikdasmen bisa segera terealisasi agar siswa tidak lagi was-was saat hujan dan taman sekolah tidak terus rusak,” ujar Semiati, Senin (19/1/2026).

Masalah banjir ini direncanakan akan ditangani melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026 ini.

Dirinya berharap, bantuan yang akan di berikan Kemendikdasmen sesegera mungkin mengingat para murid yang terganggu akibat dampak banjir yang kerap menghantui hingga merusak taman di lingkungan sekolah.(nda)

Kreatif! SDN 2 Way Dadi ‘Bentengi’ Ruang Kelas dengan Pagar Air Sambil Tunggu Bantuan Pusat

BANDAR LAMPUNG – Kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Way Dadi, Sukarame, kerap terganggu akibat banjir yang menggenangi area sekolah setiap kali hujan deras melanda. Kepala Sekolah SDN 2 Way Dadi, Sumiyati,M.Pd, mengungkapkan bahwa rendahnya dataran halaman sekolah dibandingkan jalan raya menjadi penyebab utama air meluap ke lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Profil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Bernas Yuniarta politikus Partai Gerindra

Pihak sekolah telah berupaya meminimalisir dampak banjir dengan membangun pagar penahan air di setiap pintu kelas serta membuat 30 titik lubang biopori di halaman sekolah.

Pada tahun 2025, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung telah merenovasi gedung sekolah menjadi lebih layak dan nyaman. Namun, proyek tersebut fokus pada bangunan dan belum menyentuh sistem drainase atau revitalisasi banjir.

“Kami sangat berterima kasih atas gedung baru dari Dinas Pendidikan. Namun, kami sangat berharap bantuan revitalisasi banjir dari Kemendikdasmen bisa segera terealisasi agar siswa tidak lagi was-was saat hujan dan taman sekolah tidak terus rusak,” ujar Sumiyati,M.Pd Senin (19/1/2026).

Masalah banjir ini direncanakan akan ditangani melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026 ini.

Dirinya berharap, bantuan yang akan di berikan Kemendikdasmen sesegera mungkin mengingat para murid yang terganggu akibat dampak banjir yang kerap menghantui hingga merusak taman di lingkungan sekolah.(nda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *