Gapeksindo Soroti Dugaan “Pengaturan Pemenang” Tender di Dinas PU Kota Bandar Lampung

Berita192 Dilihat

Bandar Lampung – Gapeksindo Lampung menyoroti praktik tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum PU Kota Bandar Lampung. Gapeksindo menilai proses lelang selama ini tidak transparan dan diduga sudah dikondisikan pemenangnya.

Hal itu disampaikan perwakilan Gapeksindo dalam pertemuan bersama rekanan profesi perkotaan, Kamis 23 Juli 2026 di Bandar Lampung.

“Selama ini Dinas PU Kota seolah-olah tidak ada masalah, padahal di sinilah sumber masalahnya. Setiap kali tender diadakan, pemenangnya selalu dan selalu sudah dikondisikan,” ujar Ketua bidang hubungan antar Lembaga Asosiasi Gapeksindo, Odi Hartawan.

Odi juga mengeluhkan sulitnya akses komunikasi dengan pimpinan Dinas PU Kota. Pihak asosiasi mengaku sudah berulang kali berupaya beraudiensi dengan Kepala Dinas PU Dedi Sutioso.

“Sudah beberapa kali saya datang ke sana menemui sekretaris, kemudian kami juga telah menyurati, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Saya sudah dua kali mendatangi rumah kediaman Kepala Dinas, lalu ke kantor Dinas PU Kota, tetapi beliau selalu tidak ada,” katanya.

Menurut Odi, selama ini kepala dinas hanya diwakili oleh kepala bidang atau sekretaris. Surat resmi dari Gapeksindo juga tidak mendapat respons.

“Bagaimana mungkin asosiasi bisa menjalin kerja sama jika kepala dinasnya saja sangat susah dihubungi? Kami berharap Ibu Walikota Bunda Eva dapat memantau dinas ini, khususnya kepala dinasnya,” ujarnya.

Hal sendana juga disampaikan Anggota Gapeksindo, Virmansyah yang mengatakan bahwa kondisi ini membuat kontraktor murni di Bandar Lampung kesulitan masuk dalam tender.

“Kami melihat fenomena di Dinas PU Kota dalam beberapa tahun terakhir ini membuat rekan-rekan kontraktor murni sangat kesulitan untuk masuk. Betapapun bagusnya penawaran yang kami ajukan, pada akhirnya ‘pengantin’ itu juga yang menang. Hal ini harus diubah karena kami berharap adanya persaingan usaha yang sehat,” katanya.

Baca Juga :  Isu 'Orang Dekat Rektor' Mencuat dalam Seleksi Direktur RSPTN Unila, Kampus Buka Suara

Ia menilai sistem e-katalog dan e-procurement seharusnya mengundang seluruh rekanan yang terdaftar agar transparan. Namun praktiknya disebut tidak demikian, terutama pada pengadaan yang tertutup.

“Jangan sampai kami sudah menawar dengan baik dan profesional, tetapi ternyata hanya dijadikan sebagai pelengkap saja. Dunia kontraktor di Bandar Lampung sudah tahu persis bagaimana Dinas PU Kota mengkondisikan hal ini,” tegasnya.

Pihaknya meminta Kepala Dinas PU Kota merangkul seluruh rekanan dan membuka ruang dialog. Jika tidak ada perbaikan, asosiasi mengancam akan membawa persoalan ini ke publik.

“Jika memang ini harus diblow-up, maka kita akan ungkap kejanggalan-kejanggalan tender ini ke publik,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed