Bandarlampung, Baraindonesia.com – Kasus penyakit kanker leher rahim menduduki peringkat ke-2 dan angka kematiannya menduduki peringkat ke-3 di Indonesia. Ditambah lagi, pembiayaan kanker leher rahim menduduki peringkat ke-2 tertinggi di antara jenis kanker lainnya, yaitu sampai dengan 98 milyar pada tahun 2020 dan 2021.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Lampung, Arinal Junaidi dalam sambutanya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, dr. Edwin Rusli, MKM, pada acara pemeriksaan DNA Human Papilloma Virus (HPV) dan IVA test untuk deteksi dini kanker leher rahim dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-60 Provinsi Lampung Tahun 2024, Selasa (05/03/24) di UPTD Labkesda Provinsi Lampung.
Kanker leher rahim menurut Gubernur, berhubungan dengan HPV, yang merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling sering terjadi. Infeksi ini dapat menetap dan berkembang menjadi abnormal atau sembuh sempurna.
“Untuk itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mengetahui ada tidaknya perkembangnya sel kanker dari infeksi virus HPV tersebut, salah satunya dengan pemeriksaan DNA HPV dan IVA test, sehingga kanker yang ditemukan pada stadium dini dapat diobati dengan cepat, tepat dan akan menghasilkan angka kesembuhan yang lebih tinggi” tutur Kadinkes Lampung, Edwin Rusli.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur RSUDAM Provinsi Lampung, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, TP PKK Provinsi Lampung, DWP Provinsi Lampung dan Ketua DWP Unit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung beserta anggota.
Sementara untuk peserta yang mengikuti kegiatan deteksi ini sekitar 500 orang pegawai wanita di Lingkungan Pemprov Lampung dan masyarakat umum berusia 30 sampai 69 tahun dan didukung oleh RSUDAM, RSUD BNH, UPTD Labkesda, UPTD Instalasi Farmasi & Kalibrasi Alkes, UPTD Bapelkes dan Yayasan Kankes lndonesia Cabang Lampung.
Dengan deteksi ini menurut Edwin Rusli, dapat diketahui apakah ada atau tidaknya lesi/luka pra-kanker serta ada tidaknya infeksi virus HPV untuk menentukan tindak lanjut yang tepat baik berupa imunisasi atau pun pengobatan virus.
Gubernur Lampung juga mengapresiasi para peserta yang sudah mendaftar dan bersedia untuk diskrining karena hal tersebut merupakan langkah yang tepat dan luar biasa dalam upaya pencegahan kanker leher rahim.
“Kami berharap dengan kegiatan ini akan mendukung transformasi kesehatan di Provinsi Lampung dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan Berjaya” katanya. (*)












