Marindo Kurniawan bersama Gapoktan Agung Makmur Pringsewu Panen Perdana Padi Organik

Pringsewu385 Dilihat

Pringsewu, Baraindonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agung Makmur menggelar acara panen perdana padi organik di Pekon Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo pada Kamis (28/3/2024).

Gelaran tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu, Dr. Marindo Kurniawan, ST., MM bersama Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pringsewu, Heri Iswahyudi beserta jajaran, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Agnesia Marindo, Dinas Pertanian Provinsi Lampung, BUMD Provinsi Lampung PT. Wahana Raharja dan PT. Lampung Jasa Utama serta BUMD Pringsewu PT. Pringsewu Jaya Sejahtera.

Padi organik dari benih varietas Sintanur bersertifikat Lembaga Sertifikasi Organik (Inovice) ini menggunakan teknologi Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) sebagai pengganti pupuk kimia yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pringsewu Jaya Sejahtera.

Dalam sambutanya, Pj. Bupati Pringsewu, mengatakan tujuan Pemkab Pringsewu melalui BUMD menerapkan teknologi BBM adalah untuk memperbaiki dan memulihkan lahan sawah yang sudah tandus dan kritis akibat penggunaan pupuk kimia.

“Serta membantu pemerintah dalam rangka pengendalian inflasi dengan penyediaan komoditi pertanian yang di butuhkan, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani ” kata Marindo.

Selain itu, menurut Pj. Bupati Pringsewu juga untuk menjadikan Pringsewu sebagai lumbung pangan organik, baik skala lokal maupun nasional dan internasional, serta sebagai identitas kebanggaan Kabupaten Pringsewu, karena memiliki produk berkualitas hasil produksi putra daerah.

“Budidaya padi organik ini juga mendukung penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk bersubsidi yang kini semakin terbatas jumlah alokasinya,” ujarnya.

Untuk diketahui, teknologi BBM sebagai pengganti pupuk kimia memiliki keunggulan diantaranya mampu menetralisir residu kimia tanah, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman secara dinamis, menghambat dan membasmi hama dan penyakit tanaman, menghasilkan zat tumbuh tanaman, dan memperbaiki tekstur, biologi, fisik, dan kimia tanah.

Baca Juga :  Sambangi Pringsewu, Gubernur Arinal Djunaidi Berikan Bantuan 120 Paket Sembako dan 2 Kursi Roda

Komponen inti dari teknologi BBM adalah Konsorsium Mikroba Ghaly Tech (KMGT) yang terdiri atas Konsorsium Mikroba Padat (KMP) dan Konsorsium Mikroba Cair (KMC). KMGT sendiri dapat diproduksi di setiap kabupaten di Indonesia, karena bahan bakunya lokal, murah dan berlimpah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *